Showing posts with label Sandiaga Uno. Show all posts
Showing posts with label Sandiaga Uno. Show all posts
Thursday, December 15, 2016

Tim Pemenangan Anies-Sandi : Di Diemin Saja, Ahok Juga Bakalan Kalah


Tim pemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta nomor, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno optimistis jagoannya bisa mengalahkan pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat tanpa perlawanan.

Foto : antara


"Ahok itu bukan momok lagi, dia didiemin juga kalah," ujar Syarif, salah seorang anggota tim pemenangan Anies-Sandi kepada Rimanews, hari ini.


Keyakinan kubu Anies-Sandi ini dilatarbelakangi status Ahok yang kini sudah menjadi terdakwa dalam kasus penistaan agama akibat pernyataannya mengutip Surat  Al Maidah ayat 51 di kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

Kasus yang melilit Ahok diyakini berbanding luruh dengan tingkat keterpilihan Ahok yang maju kembali pada pemilihan gubernur Februari mendatang.

Menurut Syarif, masalah penistaan agama secara langsung telah mempengaruhi persepsi publik terhadap Ahok. Selain itu, dia meyakini banyak warga di kelas menengah ke bawah yang mengeluhkan kerja Ahok selama memimpin Jakarta.

"Meski secara performa ada juga warga yang menyatakan Ahok berhasil. Namun, kami yakin barisan sakit hati akan mempengaruhi kemenangan Ahok," ungkap dia.

Sejauh ini, sambung dia, Anies-Sandi telah mempersiapkan program jitu sebagai strategi untuk menagalahkan calon petahana. Salah satunya adalah program penanganan banjir kiriman dan banjir lokal yang sejauh ini menjadi persoalan serius, dan salah penanganan di tangan Ahok.

"Ini juga yang akan kami jadiakan program 100 hari kerja Anies-Sandi ketika terpilih. Karena selama ini Ahok salah besar dengan membuang air dari hulu sungai langsung ke laut," terang politisi Partai Gerindra itu.(Baca Sumber : Rimanews) 

Saturday, December 10, 2016

Sindir Ahok,Sandiga Uno : Masa Dipilih Dua Periode Baru Ditepati Janjinya? Pemimpin Macam Apa Seperti Itu?

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan dirinya tidak hanya sekedar janji kepada warga RW 06 Pekayon, Jakarta Timur, Sabtu (10/12/2016). Sandiaga sempat menyindir lawannya, pasangan petahana, Ahok-Djarot.
Add caption

"Saya enggak janji-janji, masa dipilih dua periode baru ditepati janjinya? Pemimpin macam apa seperti itu?" kata Sandiaga kepada warga.
Sandiaga bercerita ke warga bahwa latar belakangnya sebagai pengusaha, mengajarkan dirinya tidak mudah mengumbar janji jika kemungkinannya untuk ditepati kecil.
Kata Sandiaga, di dunia usaha, janji adalah utang yang akan selalu ditagih.
"Janji itu utang, ibu-ibu, itu nanti ditagih di akhirat," kata Sandiaga.
Kepada warga Pekayon, Sandiaga menjanjikan akan memberikan subsidi pendidikan yang lebih besar nilainya dari KJP.
Selain itu, harga bahan pokok seperti daging sapi, cabai, dan bawang akan turun jika Anies-Sandi terpilih.
Sandiaga menjanjikan kegiatan warga seperti jumantik (juru pemantau jentik) juga akan dinaikkan upahnya.
Penulis: Nibras Nada Nailufar (baca sumber : tribun)

Dukung Anies-Sandi,Mantan Ketua KPK Berikan Kritik Untuk Ahok!

Siapa yang tak kenal dengan nama Bambang Widjojanto. Pada 2015 lalu, pria yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Ketua KPK itu ramai menjadi pemberitaan karena dijadikan tersangka oleh Polri setelah KPK menetapkan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi tersangka korupsi.

 ©2016 Merdeka.com

Kini setelah lama tak terdengar, pria yang akrab disapa BW itu kembali muncul ke publik. BW didaulat 
Anies BaswedanSandiaga Uno menjadi tim suksesnya di Pilgub DKI.

Di timses Anies-Sandi, BW didaulat menjadi juru bicara dan Dewan Pakar. BW pun kerap berbicara di depan media untuk meyakinkan publik agar memilih pasangan yang didukungnya itu.

BW pun tak segan melancarkan kritik buat calon petahana Ahok-Djarot. Isu yang dimunculkan pun seputar korupsi, bidang yang digelutinya saat masih menjabat pimpinan KPK.


BW mengritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta selama dipimpin Ahok. BW menilai tindakan Ahok yang kerap menggunakan dana pihak ketiga untuk membangun fasilitas, sebagai tindakan koruptif gaya baru.

Menurutnya, menggunakan dana pihak ketiga dikhawatirkan banyak unsur mempengaruhi dalam tiap mengambil sebuah kebijakan maupun keputusan.

"Ini lah tindakan koruptif gaya baru yang belum bisa disentuh hukum dan ini berbahaya bagi kepentingan keselamatan karena kita tidak tahu 'hengki pengki' di sekitar itu," kata Bambang di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug No 6, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/12) kemarin.

Akibat kerap menggunakan dana pihak ketiga, BW mengaku tak heran bila penyerapan DKI Jakarta tidak maksimal. Bahkan Pemprov DKI Jakarta kala itu juga memperbolehkan warganya melanggar aturan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dalam mendirikan sebuah bangunan asalkan membayar denda.

"Orang boleh melanggar KLB tapi boleh membayar denda. Artinya gini, kesalahan ini dijadikan justifikasi asal membayar uang. Ketika membayar uang dipakai untuk kemaslahatan tapi tidak dimasukan ke dalam anggaran," katanya.
BW juga mengkritik masalah transparansi anggaran Pemprov DKI Jakarta. Sehingga itu bisa terlihat apakah selama ini tindakan diambil pemimpin Jakarta masuk dalam kategori pencitraan dan bukan.

"Semua informasi mengenai ini harus dibuka kepada publik, mana masalah, mana pencitraan, mana tantangan, mana yang harus ditaklukkan," tegasnya.

"Jangan lagi menyembunyikan informasi penting karena selama ini seolah yang dikemukakan yang baik saja. Kami ingin gunakan data ini (temuan BPK) untuk menaklukkan kegagalan itu menjadi kemaslahatan. Mendistribusikan semua informasi," sambungnya.

BW mengaku pihaknya telah membuktikan dengan melakukan rilis pengeluaran dana kampanye selama satu bulan terakhir. Hal ini, kata Bambang, sebagai cermin bagaimana pemerintahan Anies-Sandi mendatang dalam konteks transparansi.

"Kami ingin menunjukkan, bukan hanya dana kampanye. Seluruh dana yang berkaitan dengan APBD akan di-sharing kepada publik sehingga publik bisa tahu persis apa yang sedang dikerjakan. Bukan hanya itu akan disediakan berbagai macam informasi kalau perlu diklarifikasi dan juga berbagai upaya dan usaha untuk menjadikan dana itu menjadi bagian penting proses pembangunan," terangnya.

Tak cuma itu, BW juga menyoroti penggusuran yang kerap terjadi di Jakarta. Dia menyebut penggusuran di DKI Jakarta masuk dalam indikasi koruptif.
"Seseorang yang berjanji tidak melakukan gusur tapi melakukan penggusuran itu koruptif, karena dia berkhianat terhadap janjinya," kata Bambang.

Menurut Bambang, definisi korupsi saat ini ditangkap dalam arti sempit. Padahal korupsi itu merupakan istilah bagi orang tidak amanah, dan tidak hanya merugikan negara.

"Dan indonesia serta orang-orang hukum dikecilkan maknanya. Karena coruptio (korupsi dalam bahasa latin) itu artinya orang yang tidak menepati janji, orang yang brengsek, berkhianat, bejat, orang yang tidak pantas ditiru dan lain-lain," ujarnya.

Tak hanya itu, juru bicara Anies-Sandiaga itu menambahkan, pemimpin yang selalu mengklaim bersih hanya memanipulasi pencitraannya depan publik.

"Seseorang yang pandai menyalahi orang lain tapi tak mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin, itu namanya tindakan koruptif," tutup Bambang.[dan] (sumber: merdeka)