Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts
Saturday, August 19, 2017

FPI: Kami akan jadi garda terdepan jaga NKRI dari kelompok pemecah belah bangsa

 Front Pembela Islam (FPI) mengambil tema 'Merawat Kebhinekaan Dalam Bingkai NKRI Bersyariah' dalam Milad ke-19 di Stadion Muara Kamal, Jakarta Utara, Sabtu (18/8). Acara ini dihadiri seluruh kader FPI dan Laskar Pembela Islam (LPI) yang jumlahnya sekitar 15 ribu.

Ketua FPI KH Ahmad Sobri Lubis mengklaim acara tersebut bertujuan untuk merawat kebhinekaan yang ada di tanah air. Dia mengatakan nantinya FPI akan menjadi garda terdepan menjaga NKRI.
"Kami akan jadi garda terdepan untuk menjaga NKRI dari kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa Indonesia," kata Sobri di Stadion Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (19/8). 

Dia menjelaskan FPI adalah ormas yang terdepan dalam hal kebhinekaan. Dia mengklaim anggotanya terus menjaga toleransi antar umat beragama.

"Mari kita jaga saudara-saudara kita yang beragama non Muslim," kata Sobri seraya disambut gema takbir.

Menurut Sobri, perayaan ini digelar tak jauh dari hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu. Tujuannya, untuk menggelorakan semangat nasionalisme anggotanya.

"Kita sudah tunjukkan kebersamaan kita dalam aksi Bela Islam beberapa waktu lalu. Mari kita tunjukkan semangat nasionalisme kita demi menjaga NKRI dari kelompok yang anti Kebhinekaan," tutup Sobri. [noe]
sumber : merdeka
Thursday, August 17, 2017

Tiga Orang Napi Kasus Terorisme Tolak Ikut Upacara Kemerdekaan


Tiga narapidana kasus terorisme yang saat ini mendekam di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan klas IIB Tulungagung, Jawa Timur, menolak mengikuti upacara peringatan Kemerdekaan ke-72 RI bersama ratusan warga binaan setempat, Kamis (17/8/2017).



Kepala LP Klas IIB Tulungagung Erry Taruna mengatakan, pihaknya sudah membuka semua pintu kamar tahanan dan mengajak ketiga napi terorisme itu untuk ikut seremoni upacara bendera memperingati Kemerdekaan ke-72 RI, namun mereka memilih berada di dalam kamar (tahanan).

"Sementara mereka hanya sebagai penonton. Kami belum bisa tarik secara menyeluruh untuk menikuti kegiatan ini, apalagi salah satunya baru pindahan warga binaan pindahan dari (LP) Tuban. Jadi belum bisa (kami paksa) wajib ikut. Mau ikut silakan, tidak ikut tidak apa-apa, terserah mereka," kata Erry Taruna dikonfirmasi usai upacara Kemerdekaan dengan 287 warga binaan setempat.

Erry mengatakan tim sipir dan telah berupaya melakukan pendekatan secara psikologis untuk persuasi, termasuk dengan membuka pintu sel tahanan menjelang gelaran upacara peringatan Kemerdekaan ke-72 RI pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB, namun ketiga napi kasus terorisme bersikeras bertahan di dalam kamar.

"Mereka mengakunya ya belum siaplah. Kami tentu tidak bisa memaksakan itu karena mereka termasuk napi kasus tertentu yang mendapat perlakuan khusus sehingga kami juga harus melakukan pendekatan yang baik dan terbuka," ujarnya.

Jangankan mengikuti upacara dan menghormat bendera merah putih bersama warga binaan lain, ketiga napi terorisme yang masing-masing bernama Dedi Fahrizal, Ridwan Sungkar, dan Noim Baasyir tersebut bahkan masih belum bersedia mengikuti program deradikalisasi yang ditawarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Informasi yang beredar, ketiganya tidak mau ikut program deradikalisasi karena salah satu alasannya adalah khawatir terhadap keselamatan anggota keluarga mereka.

"Adaptasi dengan warga binaan lain tidak masalah, komunikasi mereka juga baik. Mereka justru mudah diajak bicara asal di tempat terbuka, kalau tertutup malah tidak mau karena tidak ingin ada kecurigaan dari napi lain ataupun petugas LP," kata Erry Taruna.

Pelaksanaan upacara kemerdekaan ke-72 RI di LP Tulungagung secara umum berjalan lancar. Kegiatan upacara diikuti seluruh warga binaan kecuali ketiga napi terorisme tersebut, dari totak jumlah napi/tahanan sebanyak 290 orang.

Usai upacara dengan seluruh napi/tahanan mengenakan pakaian tahanan dan petugas sipir mengenakan pakaian tradisional digelar pukul 07.30 WIB hingga 08.10 WIB.

Usai upacara, seremoni dilanjutkan dengan pengumuman napi yang mendapat remisi pengurangan masa tahanan (remisi 1) dan remisi bebas (remisi 2) yang dipimpin oleh Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan dihadiri sejumlah tokoh forum pimpinan daerah setempat serta jajaran SKPD (satuan kerja perangkat daerah), sekitar pukul 11.00 WIB.

sumber : netralnews
Wednesday, August 16, 2017

Tak Mau Pasang Bendera Merah Putih, Minimarket di Ngawi Ditutup Warga


Kepala Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Subandono memimpin warganya menutup satu minimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati, Desa Geneng, Kecamatan Geneng.



Penutupan ini menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan. Padahal, menurut Subandono, memasang bendera merah putih menjelang perayaan HUT RI itu wajib bagi warga negara yang menghormati para pahlawan.

"Ketua RT dan warga sekitar sudah memperingatkan agar minimarket memasang bendera merah putih tapi tidak dihiraukan. Makanya saya pimpin langsung warga untuk menutup minimarket itu" ujar Subandono saat dihubungi Kompas.com, Selasa ( 15/8/2017) malam.

Subandono menyayangkan pemilik minimarket yang enggan memasang bendera merah putih. Kekecewaannya makin memuncak tatkala mengetahui karyawan minimarket itu belum memasang bendera merah putih karena belum ada perintah dari atasannya.

Sebenarnya, sambung Subandono, imbauan pemasangan bendera merah putih dan umbul-umbul sudah disampaikan jauh hari kepada manajemen minimarket tersebut.

Sesuai edaran Pemkab Ngawi, pemasangan bendera dilakukan sejak 24 Juli 2017 lantaran sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Ngawi.

"Begitu mendapat edaran itu saya beritahukan kepada warga dan mereka langsung membeli bendera dipasang di depan rumah masing-masing. Bahkan warga kami yang tinggal di pelosok karena rasa cinta tanah air juga memasang bendera merah putih, " tuturnya.

Subandono menjelaskan, tidak dipasangnya bendera merah putih menunjukkan pemiliknya tidak memiliki rasa cinta tanah air. Menurutnya, bila pemilik belum memerintahkan memasang bendera merah putih semestinya karyawannya patungan membeli bendera.

"Tadi sempat kami tanya mengapa mereka belum pasang bendera merah putih. Alasannya menunggu pimpinan. Padahal mereka bisa patungan untuk membeli bendera tanpa harus menunggu perintah pimpinannya," kata Subandono.

Setelah ditutup warga, karyawan minimarket itu akhirnya memasang bendera merah putih. Ia mengharapkan peristiwa itu tak terulang lagi ke depannya.

Sumber : kompas
Tuesday, August 15, 2017

Begini Rivalitas Tiga Dinasti di Pilpres 2019

Menarik, kalau menyaksikan, melihat, menonton dan mengamati permainan, atau lebih tepat disebut pertarungan politik di jalan menuju panggung pilpres 2019. Meski 2019 masih 2 tahun lagi, tetapi nuansa, aura atau hawa panas mulai terasa. Dan diyakini hawa panas itu akan mendidih menjelang hari “H” 2019.


Dari berbagai gelagat pertarungan yang mulai terbaca saat ini, bersumber dari sejumlah pilar alias dinasti darah biru yang sejak kemerdekaan mulai kelihatan. Adalah tiga dinasti yang sejak lama memancarkan aura kebesarannya. Sebut saja dari dinasti Soekarno, Soeharto, dan Sarwo Edhie Wibowo.

Sarwo Edhi Wibowo atau yang lebih dikenal dengan nama Sarwo Edhiesaja, memang sangat populer di zaman populernya PKI ketika itu. Bahkan, popularitasnya jauh melebihi Pak Harto ketika itu. Sarwo Edhieadalah sang pemimpin Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Dan jelasnya, Ibu Any Yudhoyono adalah anak Sarwo Edhie Wibowo itu. Tanpa mengecilkan kebesaran keluarga Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun oleh segelintir orang dikatakan kebesaran Pak SBY tidak terlepas dari kebesaran Ibu Any Yudhoyono.

Sehingga, dari sananya sudah kelihatan secara telanjang tentang kebesaran tiga dinasti itu, Soekarno, Soeharto dan Sarwo Edhie. Dan sekarang sudah terlihat bahwa kebesaran ketiga dinasti itu telah melahirkan para pemimpin negeri ini.

Soekarno, adalah sang proklamator dan presiden ke-1 RI, Soeharto juga menjadi presiden ke-2 RI, dan Sarwo Edhie yang meski tidak sempat jadi presiden ketika itu, tetapi keluarganya, tepatnya suami anaknya, Bu Any, yakni SBY juga bisa menjadi presiden.

Dan kini, ketiga tokoh sentral di masa lalu itu, telah melahirkan dan membentuk dinastinya masing-masing. Dari dinasti Soekarno telah berhasil melahirkan Megawati Soekarnoputri yang pernah juga jadi presiden, tinggal apakah Soeharto akan melahirkan anaknya yang dapat menjadi presiden seperti Megawati?

Atau, apakah malah cucu Soekarno yang kembali menjadi presiden, yaitu Puan Maharani, anak Megawati yang kini telah menjadi menteri, sehingga diyakini itu menjadi batu loncatan untuk meraih kekuasaan yang lebih tinggi lagi, yaitu Presiden, atau minimal wakil presiden pada pilpres 2019?

Dari dinasti Seoharto, sebenarnya masih tampak jelas kalau beberapa anaknya dapat dikatakan masih menunjukkan gelagatnya untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini. Oleh banyak pengamat dikatakan, ada Mbak Tutut, Tommy dan Titiek Hediati, yang masih, entah secara diam-diam atau secara terang-terangan sedang merajut harapan untuk menjadi presiden.

Kenapa ketiga anak Soeharto itu yang diprediksikan meneruskan dinasti Soeharto, itu karena ketiga anak itulah yang lebih sering tampil ke ruang publik dan membuat publik Indonesia bergemuruh, apalagi saat mereka melantunkan wacana seputar politik dan bisnis.

Selain Mbak Tutut, Tommy, dan Titiek Hediati, yang diprediksi masih ingin menapaki kursi RI-I, juga ada Prabowo Subianto, yang sudah dua kali gagal meraih kursi RI-I, tetapi dari kacamata publik, masih terlihat jelas kalau keinginan menjadi orang nomor satu Republik itu masih tajam dan jelas.

Dengan melihat sudah dua kali Prabowo gagal meraih kursi RI-I, dan peluangnya sudah tambah kecil pada pilpres 2019, maka dari keluarga Cendana ini, masih lebih memungkinkan adalah Tommy dan Titiek.

Titiek sendiri sekarang masih bergulat di panggung politik dengan menjadi anggota DPR dari Partai Golkar. Sedangkan, Tommy, meski tidak lagi menjadi anggota DPR, tetapi energi politik dan ekonominya masih sangat kuat untuk bertarung menuju kursi RI-I pada pilpres 2019.

Selain, tokoh-tokoh muda dari kedua dinasti Soekarno dan Soeharto, ada juga tokoh muda lain yang semakin diperhitungkan, bahkan kelihatan cukup brilian meskipun masih muda, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dari dinasti Cikeas, cucunya Sarwo Edhie, atau anaknya Bu Any dan mantan presiden SBY.

Agus sendiri memang pernah gagal meraih kursi gubernur DKI Jakarta. Tetapi, jelas sekali kalau kekalahan hari itu, tidak membawanya hilang semangat. Karena, jika dapat diprediksi, jelas kalau pencalonan diri Agus ketika itu, sebenarnya baru tahap awal alias latihan awal untuk bertarung di kancah politik yang memang sangat keras.

Kita bisa berani mengatakan kalau cita-cita akhir dari perjuangan politik Agus bukan berhenti jadi gubernur, melainkan ingin mengikuti jejak sang ayah untuk menjadi presiden suatu saat kelak, kalau bukan tahun 2019, ya puncak perjuangannya adalah lima tahun kemudian.

Pertimbangannya hanya satu, usianya masih sangat muda, dan masih perlu menambah pengalamannya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara ini. Dan dari gelagat politik yang mulai terbaca saat ini, Agus dapat menjadi tokoh kuda hitam dalam percaturan dan pertarungan politik untuk 10 sampai 15 tahun ke depan.

Pertanyaannya, dinasti siapakah yang akan lebih mendominasi politik di panggung kekuasaan di negeri ini, perjalanan waktulah yang akan menyeleksi dan mengukirnya.

ssumber : netralnews

Megawati sebut pihak yang tuding Jokowi diktator pengecut

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri membela Presiden Joko Widodo yang telah menerbitkan Perppu Ormas. Megawati bahkan menyebut orang-orang yang menyebut Jokowi diktator adalah pengecut.



"Waktu kemarin saya bela Presiden, mungkin sudah baca di medsos, yang saya bilang Presiden dibilang diktator. Lalu buat apa ya termasuk saya susah-susah bikin Reformasi, sekarang dibilang diktator. Saya bilang orang itu pengecut," kata Megawati dalam pidatonya di Auditorium LIPI, lantai 2, Jl Jenderal Gatot Subroto,Jakarta Selatan, Selasa (15/8).

Megawati meminta bukti Jokowi adalah seorang diktator. Sebab, menurutnya, seorang presiden diperbolehkan membuat Perppu.

"Saya bicara di medsos bullying orang enggak jelas, tunjukkan sikap kamu bahwa bapak diktator (Presiden Jokowi). Enggak boleh Presiden bikin Perppu? Saya juga pernah Presiden, boleh. Kenapa enggak boleh," terang Megawati.

Dia mengatakan jika negara sudah dalam kondisi darurat dan genting seorang presiden tidak akan diam saja. Harus ada upaya yang dilakukan agar negara tidak darurat.

"Kalau negara dalam keadaan bahaya piye? Tanya tuh Pak Jenderal Agus, Kita suruh diam aja pak? Jangan ketawa loh pak. Saya tanya gitu, mau didiami? Musuh masuk, oke nyerah lagi, buat apa pengorbanan sekian banyak pendahulu-pendahulu, founding fathers kita," terang Megawati.

"Apa begitu riwayatnya kini Indonesia raya yang kita cintai? Kalau saya ya bela mati-matian. Konstitusional seorang Presiden tuh buat perpres, perppu, boleh. Kenapa, karena itu membungkam aspirasi gitu? Kalau aspirasi yang benar enggak benar piye? Bagaimana ya mau mengubah konstitusi kita. Amerika aja, declaration of independent sekitar 200 tahun," lanjut Mega. [dan]

sumber : merdeka
Monday, August 14, 2017

Bantah Disebut Rasis dan Pro-Syariah, Dhani: Saya Hanya Anti-Ahok

Musisi Ahmad Dhani kerap frontal mengkritik mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sindiran Dhani kian gencar saat Ahok tersandung kasus penistaan agama.



Sikapnya ini kadang membuat sejumlah pihak menudingnya rasis. Namun lewat akun Twitter-nya, Dhani membantah. Suami Mulan Jameela ini menyebut, dirinya hanya anti-Ahok.

"Yang sebut saya Rasist itu Tol*l,sebut sy pro syariah jg b*go,sy cm anti ahok. #ADP," tulis Dhani di akun Twitter-nya, Senin (14/8/2017).

Menanggapi cuitan Dhani. Warganet (netizen) berkomentar. Ada yang menyebut cuitan-cuitan Dhani hanya sensasi, karena karir keartisannya mulai redup.

"@AHMADDHANIPRAST Yang percaya dani taat agama memang b*go.iri aja sama ahok yg lebih tenar dari dia.artis makin redup cari sensasi promosi," ujar @a0927277163.

"@AHMADDHANIPRAST Saya tahu kenapa mas ANTI AHOK,, karena ahok ANTI POLIGAMI..," kata @andridubs.

"@AHMADDHANIPRAST Dhani lo gak ngaruh. ..ahok lo benci ttp bersinar bg permata tp lo ttp sampah..Masyarakat," balas @JAdisuyanto123.

Seperti diketahui, akibat cuitan Dhani soal Ahok, berbuntut panjang. Pada 6 Maret 2017 lalu Ahmad Dhani berkicau melalui akun Twitter@AHMADDHANIPRAST, yang nadanya dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Mantan calon wakil Bupati Bekasi itu menulis, "Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu diludahi muka nya - ADP."

Oleh pendukung Ahok, cuitan Dhani dianggap ditujukan kepada mereka karena saat itu berkenaan dengan hebohnya kasus penistaan agama yang menjerat Ahok.

Dhani kemudian dilaporkan kelompok pendukung Ahok-Djarot, yaitu BTP Network, ke Mapolda Metro Jaya pada 9 Maret 2017 lalu. Namun kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Kini, kasus tersebut telah dinaikan ke tingkat penyidikan.

sumber : netralnews

Viral Emak-emak Ngomel Lihat Mobil Anies Baswedan Serobot Antrean


Gubernur terpilih DKI Anies Baswedan kembali jadi sorotan. Sebuah video viral di medsos menunjukkan mobil yang diduga membawa Anies menerobos macet menggunakan voorijder.



Video itu salah satunya diunggah oleh akun 'Mak Lambe Turah'. Dalam video itu, mobil Innova B-1066-NOG menerobos macet dibantu voorijder dengan mengambil sisi kanan jalan. Video diambil oleh pengendara motor di belakang mobil.

Baca Juga: Tinjau Transportasi di Seoul, Anies: Saya Lihat Terobosannya

Sepanjang mengikuti mobil berkelir hitam itu, si pengendara motor yang suaranya seperti ibu-ibu mengomel. Omelannya jadi perhatian netizen.

"Tuh, mobilnya Anies tuh, nggak mau ngikut antre. Belum jadi gubernur udah contohnya nggak bener. Liat nih, kita ngikutin dari belakangnya, kaga beres lo. Itu belum jadi gubernur itu, udah semena-mena lihat itu mobilnya tat tit tat tit minta jalan, kayak presiden," kata pemotor itu.

"Mentang-mentang jalan satu arah, terus dia minta jalan. Orang pada ngantre, dia ini minta jalan ngawe-ngawe tangannya. Eh presiden bukan, gubernur juga belum jadi, udah semena-mena, tat tit tat tit tat tit kaga jelas, buat gua sih asik aja ngikutin dari belakang… ha ha ha ha," demikian lanjutan celoteh perempuan itu.

Baca Juga: Anies Didoakan Jadi Bosnya Mendikbud, Gerindra: Selesaikan DKI Dulu

Sepanjang jalan, raungan sirene mengawal mobil Innova tersebut. Hingga akhirnya mobil itu keluar ke jalan yang lebih lebar dan lalinnya lengang.

Tim Anies Baswedan yang dimintai konfirmasi soal peristiwa ini tak membantah, meski juga menolak berkomentar. Anies Baswedan juga sudah coba dihubungi, tapi belum merespons.

Sementara itu, Syarif, politikus Gerindra yang pernah menjabat Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandiaga, meyakini ada latar belakang di balik upaya mobil yang membawa Anies menerobos macet. Dia juga yakin inisiatif menerobos antrean kendaraan itu datangnya bukan dari Anies.

"Harus dilihat latar belakang sampai menerobos arus lalu lintas, dimulai dari mana, saya kok percaya itu datangnya bukan dari Mas Anies," ujar Syarif saat dihubungi, Senin (14/8/2017).

Sumber  : detik

Oknum Polisi Terekam Lakukan Pungli, Tiap Sopir Truk Dimintai Rp 100 Ribu

Seorang anggota kepolisian kedapatan meminta uang pungutan liar kepada sopir truk.

Video yang direkam langsung oleh sopir truk yang tiba-tiba berhenti di jalan.

"Nah ini ada lagi, pemerasan dari anggota," katanya sebelum berhenti.





Rupanya saat ia membuka pintu, seorang polisi yang merokok datang menghampirinya.Polisi tersebut langsung menanyakan jumlah nominal yang akan diberikan oleh si pengendara yang mengaku bernama Cecep.
"Berapa ngasih Cecep?" tanya polisi yang tidak diketahui jelas identitasnya.

"Lima puluh," kata si Cecep menawar.

Namun polisi tersebut bersikukuh meminta uang sebesar Rp 100 ribu.

Akhirnya sopir truk pun memberi uang senilai yang diminta oleh sang polisi.

Pada bagian akhir video, sopir sempat tersenyum lebar sambil mengucap sebuah kalimat.

"Makan duit haram," katanya.

Tidak diketahui waktu dan lokasi peristiwa terjadi.

Video mulai viral beredar sejak diunggah oleh akun Facebook Andi Satria, Minggu (13/8/2017).
sumber :tribunnews

Anies Didoakan Jadi Presiden. Komentar Anies?

Relawan pendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berkumpul di Hall D-1, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Minggu (13/8/2017). Mereka menggelar acara silahturahmi para relawan Anies-Sandi mengingat sebentar lagi Anies-Sandi akan resmi memimpin DKI Jakarta.



Selain bersilahturahmi untuk memperkuat soliditas barisan relawan Anies-Sandi, ada harapan pula agar Anies didaulat menjadi bos Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Harapan itu disampaikan oleh Ketua Tim Sukses Anies-Sandi, Mardani Ali Sera.

Bagi Mardani, bukan tidak mungkin seorang kepala daerah menjadi Presiden. Sebagai contoh, Presiden Joko Widodo yang maju dalam Pilpres 2014 meski masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta kala itu.

"Ya kan setiap kepala daerah punya peluang jadi Presiden. Jokowi saja berpeluang. Tapi kan kapan waktunya selesaikan DKI dulu," katanya.


Dalam sambutannya, Mardani menghimbau kepada seluruh relawan untuk tidak mengambil peran Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Relawan, kata Mardani, mesti tetap bersatu untuk terus mendukung kebijakan dan program Anies-Sandi.

"Sesudah menang Anies-Sandi, kita harus lebih lurus niatnya. Tidak boleh ada yang sibuk, ini kapling saya, ini jatah saya. Kalau itu dilakukan niat kita akan hilang," kata Mardani.

Anies pun enggan merespon hal itu. Dia hanya mengangkat tangan saat ditanya.

"Enggak ada komen," kata Anies, Minggu (13/8/2017).

sumber : jitunews

Akankah Bos First Travel kembali miskin & makan mie instan lagi?

Sambil meneteskan air mata, Anniesa Desvitasari Hasibuan menceritakan masa-masa sulit merintis usaha. Ditemani sang suami, Andika Surachman, wanita itu membeberkan bagaimana penderitaan mereka di awal pendirian First Travel.



Andika-Anniesa memulai usaha mereka dengan menggadaikan rumah peninggalan orang tua mereka. Usahanya gagal. Rumah itu disita bank dan dilelang.

Pasangan ini pun terpaksa meninggalkan rumah itu dan mengontrak rumah petak. Dengan sepeda motor pinjaman, keduanya door to door menawarkan aneka paket wisata dan umroh.

Jangan bayangkan Anniesa Hasibuan dengan busana serba mahal dan status glamor sebagai perancang busana kala itu. Dulu dia mengaku selalu acak-acakan dan bau keringat karena harus keliling Jakarta-Depok naik motor untuk mencari klien.






"Motor itu pinjaman dari adik saya," kata Andika dalam video yang mereka buat untuk profil First Travel.

Usaha itu pun tak selamanya mulus. Bahkan pernah listrik di rumah mereka diputus karena enam bulan nunggak.

"Usaha pun nggak ada hasilnya," kata Anniesa sedih.

Saat itu kehidupan serba sulit. Anniesa bahkan mengaku hanya makan mie instan dicampur nasi.

"Saya buat mie, satu atau dua tapi airnya dibanyakin. Tapi kita semua ngariung, mie itu dimakan bareng adik-adik saya," kata Anniesa.

Sebagai usahawan gagal mereka kerap dicemooh, bahkan oleh orang-orang terdekat mereka. Dicibir oleh kerabat dan tetangga rasanya sangat menyakitkan menurut Anniesa. Hal itu pula yang membuat semangatnya membaja. Dia tak mau lagi dapat penghinaan.

"Jangan sampai kita dihina lagi. Jangan sampai anak-anak saya dihina. Adik-adik saya dihina. Dari bertahan itulah kita berjuang," katanya.

Pertama, First Travel mengontrak ruko sempit di dekat Stasiun Depok. Setelah gagal, sempat pula menjadikan garasi rumah mereka sebagai kantor.

Hoki pasangan ini mulai naik setelah beberapa instansi menggunakan jasa mereka sebagai agen umroh. Dari sana order mulai berdatangan hingga akhirnya mereka bisa menyewa gedung di kawasan Radar AURI Depok sebagai kantor pusat. Beberapa tahun kemudian First Travel akhirnya bisa membeli gedung ini menjadi milik mereka.

Konsumen makin banyak dan nama First Travel kian berkibar. Sejajar dengan travel lain yang lebih dulu merintis. Tahun 2014 sejumlah penghargaan bergengsi mereka raih.

Prestasi Anniesa Hasibuan sebagai desainer khusus busana Muslim pun makin cemerlang. Dia menggelar fashion show di berbagai belahan dunia. Puncaknya adalah saat Anniesa membawa hijab ke New York Fashion Week September 2016 lalu.

Nyaris seluruh media fashion ternama memberikan apresiasi positif atas apa yang ditampilkan Anniesa Hasibuan di jantung Amerika Serikat itu.






Elle misalnya yang menulis 'Muslim Designer Anniesa Hasibuan Had an All Immigrant Cast of Models at NYFW.' "Difference is not something to be afraid of- it's something you should embrace"

Penghargaan sebagai wanita yang inspiratif juga datang dari sejumlah lembaga ternama. Di usia 30 tahun, bintangnya bersinar terang. Kini Anniesa bukan lagi wanita berkeringat yang harus mondar mandir naik motor butut keliling Jakarta Depok.

Kini dia wara-wiri di London, Paris, New York dan Dubai. Kota-kota paling gemerlap di dunia. Dia jadi sosialita sekarang. Pemilik butik hijab kelas atas sekaligus bos perusahaan First Travel yang beromset ratusan miliar rupiah.

Awan hitam di First Travel

Masalah kembali datang ke hidup Andika dan Anniessa. Sejumlah nasabah yang sudah membayar program umroh promo Fisrt Travel tak kunjung diberangkatkan. Awalnya First Travel mengaku hanya ada masalah kecil dengan maskapai. Dengan menambah Rp 2 juta, nasabah akan segera diberangkatkan.

Namun para nasabah yang semula diam, mulai berbicara. Jumlahnya ternyata ribuan. Mereka sudah menyetor Rp 14,5 juta. Ada yang sampai menggadaikan tanah dan menjual harta benda mereka demi ikut promo ini.

Puncaknya, Andika dan Anniesa ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi.

"Hasil pemeriksaan kita dapatkan cukup alat bukti untuk kita tingkatkan menjadi tingkatkan tersangka kemarin dan sudah dilakukan penahanan mulai hari ini," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Hery Rudolf Nahak.



Berdasarkan penyelidikan kepolisian, dari 70 ribu jemaah yang mendaftarkan diri dan membayarkan uang perjalanan umrah, baru 35 ribu jemaah yang diberangkatkan. Sementara 35 ribu jemaah lainnya batal berangkat. Diperkirakan First Travel telah mengantongi uang Rp 550 miliar.

Namun anehnya, saat Bareskrim mengusut rekening perusahaan itu hanya tersimpan uang sekitar Rp 1,3 juta. Polisi pun menelusuri aliran rekening ini. Kemungkinan Bos First Travel ini bisa dijerat dengan pasal pencucian uang.

Lalu kemana raibnya duit jemaah ini? Ada yang menyebut sebagian uang Fistr Travel diinvestasikan di Koperasi Pandawa yang beberapa waktu lalu ternyata bodong.

Namun Kuasa hukum First Travel, Eggy Sudjana menegaskan, kliennya tak pernah menyetorkan uang nasabah ke koperasi Pandawa hingga mengakibatkan gagal memberangkatkan umrah. Eggy mengaku sejauh ini belum mengetahui dana calon jemaah umrah tersebut.

"Klien saya sudah jelas hal itu dibantah. Tidak pernah Andika (Presiden Direktur First Travel) bilang," kata Eggy di Jakarta, Sabtu (12/8).

Eggy mengaku sempat bertemu pihak dari Kementerian Agama, kepolisian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa hari lalu. Kesepakatan yang dicapai yakni jemaah akan diberangkatkan umrah. Kesepakatan itu diambil sebelum izin First Travel dicabut.

"Dalam kurun waktu November hingga Desember. Masing-masing 5.000 sampai 7.000 jemaah per bulannya," katanya.

Selain itu, ada juga kesepakatan pada jemaah untuk meminta uangnya kembali.

"Waktu refund disepakati antara 30 sampai 90 hari kerja. Jatuhnya sampai Desember nanti, kalau poin ini tidak dilaksanakan baru dipidanakan,"

Kasus ini belum usai. Akhir cerita pasangan Andika-Anniesa juga belum diketahui. Akankah mereka kembali bisa bersinar? Atau terpaksa makan sebungkus mie instan beramai-ramai seperti dulu? [Ian]


sumber : merdeka